Bagaimana Penjelasan Mudah Menganai Aqiqah yang Lebih dari 7 dan 21 Hari?

Aqiqah memang diprioritaskan pada hari ketujuh. Tapi andaikan andaikan tidak mampu, tidak butuh dipaksakan. Nanti saja andaikan tersedia rezeki,” menyadari Ustaz Erick.

bolehkah aqiqah di hari ke 10? wahai ustad
Lebih lanjut, Ustaz Erick menunjukkan andaikan orang tua tidak mampu jalankan aqiqah manfaat anaknya pada hari ketujuh, aqiqah mampu dilakukan pada hari ke-14 atau ke-21. Bahkan mampu dilakukan dikala anak berikut dewasa.

“Ada yang mengerjakan aqiqah dikala anaknya udah besar. Bahkan andaikan udah dewasa belum di-aqiqah, anak berikut boleh aqiqah manfaat dirinya sendiri. Karena anak yang belum di-aqiqah berikut seperti anak yang tergadaikan,” tambah Ustaz Erick.

Jadi Moms, aqiqah manfaat anak memang usahakan dilakukan pada hari ketujuh sesudah kelahirannya. Namun andaikan rezeki belum mencukupi, aqiqah anak mampu dilakukan di beda hari doa aqiqah .

bagaimana aqiqah yg udah lewat hari ke 7, 14 dan 21 karena belum tersedia biaya?

Aqiqah ialah hewan yang disembelih karena kelahiran anak sebagai format syukur untuk Allah dengan kemauan dan tehnik tertentu. Menurut sebagian besar fuqaha’, hukumnya sunnah yang menjadi tugas orang tua. 2 ekor kambing untuk aqiqah anak laki-laki. Dan seekor saja manfaat anak perempuan.

Waktu penyembelihannya –disunnahkan- pada hari ketujuh dari kelahiran. Jika terlewat, disarankan di hari ke 14. Jika berlalu, pada hari ke 21. Ini pendapat madhab Hambali.

Jika disembelih sebelum hari ketujuh atau sesudahnya maka udah sah dan target udah tercapai dengannya. (Shahih Fiqih Sunnah, Abu Malik Kamal: 3/550) Jasa aqiqah Jakarta dan Bekasi

Ibnul Qayim di Tuhfadh al-Maudud: 110, menjelaskan bahwa penjelasan waktu penyembelihan ialah istihbab (anjuran/sunnah). Kalau disembelih pada hari ketujuh, atau kedelapan, atau kesepuluh atau sesudahnya maka udah mencukupkan (sah).

Dr. Al-Syaikh Umar Sulaiman al-Asyqar pun berpendapat, andai belum mampu jalankan ‘Aqiqah pada hari ketujuh karena satu dalil maka perintah tetap berlaku karena sabda Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam “Pada diri anak terkandung aqiqah.” Dan “setiap anak trgadai dengan aqiqahnya.” Maka andaikan selesai hari ketujuh mampu dilakukan kapan saja tanpa batasan. Apabila disegerakan maka berikut lebih utama.

Imam Al-Syafi’i menegaskan, akikah tidak gugur dengan menundanya . tetapi disunnahkan manfaat tidak menunda hingga umur baligh.” (dinukil dari Shahih Fiqih Sunnah: 3/550) Wallahu A’lam.

Bagaimana Penjelasan Mudah Menganai Aqiqah yang Lebih dari 7 dan 21 Hari?

Post navigation


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *